Orang yang “menghalangi” kita

pilihanKetika kita memulai sebuah bisnis, ato mungkin baru saja bikin proposal bisnis? Yang parah lagi klo baru mimpi punya bisnis,..trus ada orang yang berusaha menghalangi usaha kita.membunuh mimpi – mimpi kita,..

Bagaimana perasaan anda terhadap orang itu? Bagaimana kalo orang itu selalu muncul dan membawa segudang alasan untuk menghalangi anda bertindak?

Dalam sebuah pelatihan motivasi bisnis, diantara orang yang berpotensi melakukan hal diatas biasanya dalam lingkaran pengaruh kita. Saudara, teman dekat, keluarga, anak dan istri anda.

Tetapi, bagaimana kalau ternyata orang itu adalah kita sendiri? Haaa,.. mungkin kita menolaknya,..

tetapi itu mungkin saja terjadi. Diri sendiri adalah musuh terbesar anda dalam menghalangi sukses dan kegemilangan.

Pernah tidak, anda memergoki diri anda sendiri berkata,”Aku tidak mungkin bisa melakukan semua itu.” Ah terlalu beresiko, … kapan balik modalnya?” …atau suara-suara kecil yang lain, yang dengan cepat membuyarkan impian kita, yang memberikan segudang alasan dan pembenaran bahwa ini-itu adalah mustahil.

Keterbatasan yang kita miliki memang meminta kita untuk membatasi diri. Tapi keputusan tetap di tangan kita, saya teringat kisah ..

” …seekor katak yang akhirnya bisa mengalahkan teman-temannya untuk mendaki bukit, dikarenakan dia asyik dengan suara walkman yang berisi kaset motivasi untuk berlari terus hingga finis, tanpa memperhatikan cibiran,cemoohan dan sindiran para penonton yang membuat seluruh teman-temanya patah semangat untuk terus berlari.”

Ah, itu kan hanya pintar-pintarnya motivator hehehe,..

Karena sampai saat inipun saya masih berkutat pada ide, proposal dan nimbrung sana sini lom berani dengan pasti terjun ke dalam dunia bisnis.

Tapi betul kok,..bahwa aset utama ketika kita mau terjun di bisnis adalah pikiran kita,…sebagaimana kata Adam Khoo,” Lebih dari 90% kekayaan Anda bukanlah apa yang Anda miliki yang tersimpan di bank,tetapi ide-ide yang Anda miliki di kepala Anda.” Langkah praktisnya sebagai berikut:

1. Temukan alasan yang cukup untuk mengubah fikiran yang menghalangi mimpi kita

2. Hilangkan ’bukti-bukti’ yang mendukung hal diatas

3. Buatlah keyakinan baru yang memberdayakan, bahwa itu bisa dan mungkin

4. Temukan bukti-bukti baru yang mendukung keyakinan baru tsb

5. Lakukan langkah ke depan dan asosiasikan semua manfaat dari memiliki keyakinan   baru tersebut.

Akhirnya,….

Relakah kita terpenjara oleh keterbatasan yang mungkin karena sempitnya cara pandang pikiran kita dalam menilai suatu peluang di depan kita,..

Duhh L sudah kebelet nih pengeeen buka usahaaaa,…

Berani ,.. berani ,.. bismillah,..

—————————————————————————

Teruntuk diriku,..

Hilmy anakku sayang dan istriku dirumah,.. saling dukung ya biar

Bisa terwujud mimpi –mimpi kita,..

Amien…….

Leave a Reply